Sensasi Makanan Jepang di Momiji Resto Braga, Benar-benar Jepang
Momiji japanesse cuisine berdiri pada tanggal 23 juli 2003, nama momiji sendiri diambil dari daun momiji yang berguguran di saat musim gugur tiba, sebenarnnya warna asli daun momiji adalah berwarna hijau, namun saat musim gugur tiba daun t
ersebut berwarna kecoklatan, nah dari sinilah restoran ini terinspirasi untuk memberi nama momiji japanesse cuisine.
Pendiri momiji japanesse ciusine awalnya berjumlah tujuh orang, salah satunya adalah orang jepang asli. Namun seiring berjalannya waktu para ownernya sibuk dengan kegiatan masing – masing. Sehingga kepemilikannya diserahkan kepada ibu Hj.Tuti. Awalnnya karyawan dari momiji sendiri ada yang berasal dari jepang. Namun sekarang ownernya hanya mengambil karyawan dari dalam negeri saja. Para karyawan dibina dan diajarkan tentang makanan jepang dan tata cara penyajian makanan jepang.
Lokasi momiji sendiri terletak di jl.Braga no 64 Bandung telp (022) 4203786 – 4210045. Jam operasional untuk hari biasa mulai dari jam 10.30 – 22.00 wib. Sedangkan untuk weekend mulai dari 10.30 – 23.00 wib. Konsep dari momiji sendiri adalah kekeluargaan. Dulu di jalan Braga restoran jepang hanya ada satu saja, yaitu momiji itu sendiri. Namun sekarang restoran jepang sudah meraja lela. Hal ini dikarenakan permintaan pasar yang semakin meningkat dan pengetahuan konsumen semakin tinggi tentang makanan luar, khususnnya masakan jepang. B
ahkan di jalan braga sendiri restoran jepang sudah berjumlah tiga buah. Sehingga persainganpun semakin meningkat. Momiji japanesse cuisine biasanya ramai dikinjungi tamu pada weekend.
Jumlah karyawannya ada 20 orang, 12 cook, dan 8 waiter. Pekerjaan ini dibagi menjadi dua shift, yaitu shift pagi dan shift sore. Dan semua karyawannya hanya terdiri dari kaum laki – laki saja. Pangsa pasar dari momiji japanesse cuisine sendiri adalah kalangan menengah keatas. Hal ini didukung oleh semua fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Promosi dilakukan oleh momiji japanesse cuisine berawal dari promosi mulut ke mulut, brosur, internet, media cetak, dan pelanggan tetap. Khusus untuk pelanggan tetap biasanya momiji japanesse cuisine memberikan diskon atau potongan harga.
Menu yang disajikan bervariasi, diantaranya horenzo oshitashi, nigiri sushi bento, dan tempura udon/soba. Minumannya terdiri dari irish coffee, aneka juice, milk shake, mix cooling special. Minuman yang paling spesial di momiji japanesse cuisune adalah momiji juice, minuman ini banyak diminati oleh konsumen karena rasanya berbeda dari yang lainya. Rasanya asam menyegarkan. Minuman ini merupakan racikan asli dari momiji japanesse cuisine. Bahanya terdiri dari sukini yang di blender lalu disaring, air dari sukini tersebut diberi lime, soda dan simple sirup.
Konsep dari momiji sendiri adalah kekeluargaan.Kebanyakan tamu yang datang adalah pekerja kantoran. Disana
kita bisa menikmati semua fasilitas yang ada, mulai dari musik, wi fi, mushola, toilet, tatami, bar, buku, delivery owder,dan full AC. Pelayananya sangat ramah dan bersahabat, disana kita dilayani dengan baik.
Pertama datang kita disambut oleh pelayan dengan ucapan “ iraishimase” artinya selamat datang.Lalu mereka akan mengantarkan kita pada meja yang kita inginkan, selanjutnya diberi buku menu. Pemesanan menu akan dicatat oleh pelayannya. Sambil menunggu makanan datang, kita diberi minuman khas jepang yaitu teh ocha. Selain itu mereka juga menyediakan berbagai buku bacaan untuk dibaca oleh konsumen ketika menunggu pesanan datang.
Bahan yang dipakai ada yang di impor langsung dari jepang dan sisanya diambil dari dalam negri. Bahan yang di impor meliputi : wasabi ( sambal jepang ), gari ( asinan jahe ), ikan tuna, ikan salmon, kepiting kalengan, dan kyuuri ( timun jepang ).
Menu unggulannya adalah sushi dan sashimi. Menunya terdiri atas table d’hote dan a la carte. Table d’hote terdiri atas paket donburi dan bento, isinya bervariasi, tergantung pada nama menu yang kita pesan. Sedangkan untuk a la carte terdiri atas berbagai jenis makanan. Diantaranya : kobachi chinmi ( aneka salad ), aneka sushi, aneka agemono ( seafood kering ), robatayaki, dan minuman. Hal ini bisa dilihat dari pemesanan menu oleh konsumen. Kebanyakan dari konsumen memesan sushi. Tamunya terdiri dari orang jepang, indonesia, cina, dan eropa.
Harga yang ditawarkan oleh momiji japanesse cuisine bervariasi, sesuai dengan berat jenis dan harga bahan makanan. Makanan yang berbahan impor harganya lebih mahal dari pada bahan makanan lokal. Pajaknya 15%. Omset yang diperoleh momiji japanesse cuisine mencapai 10 juta per bulan.
Momiji japanesse cuisine memiliki 4 cabang. Yaitu:
1. Plaza Dago LG
Jl.Ir.H.Juanda 61 Bandung. Telp ( 022 ) 4222707
2. Majesty Apartment
Jl.Prof.Dr. Surya Sumantri 91 Bandung ( 022 ) 2021725 – 2021173
3. Galery Ciumbuleuit
Jl.Ciumbuleuit 42 Bandung ( 022 ) 82062000
4. Jl.Bukit darmo golf ruko R-3 surabaya ( 031 ) 7384104
Berhubung lokasi restoran momiji cuisine terletak dipinggir jalan Braga sehingga untuk lokasi parkir memang tidak terlalu memadai. Dekorasi dan konsep jepang yang diambil restoran momiji ini memang lebih mengutamakan kearah konsep restoran jepang yang memakai perpaduan gaya jepang tempo dulu dan modern. Jika dilihat dari depan kita dapat melihat lampu-lampu hias yang digantung menyerupai lampion serta terdapat kaca besar yang membuat para pejalan kaki yang berjalan di jalan braga bisa melihat pemandangan didalam mominji dan ketika kita masuk kita dapat melihat origami burung yang digantung dilangit-langit atap dan didapati lagi lampu-lampu hias yang seperti lampion yang dipajang di setiap lorong ruang makan sehingga menguatkan kesan jepang. Terdapat pula buku-buku dalam bahasa jepang yang disusun rapih disebuah rak yang berada di pojok depan yang dapat dibaca oleh para pengunjungnya selain itu terdapat hiasan pohon berukuran sedang yang diberi hiasan kertas warna-warni disetiap rantingnya. Dipajang pula gambar-gambar bunga momiji disetiap dindingnya. Ruangan yang digunakan untuk para konsumennya dibagi menjadi 4 bagian, ruang pertama terdapat meja dan kursi-kursi yang terbuat dari kayu serta ada kursi sofa panjang yang memiliki daya tampung sekitar 14 orang. Ruangan ke 2 terdapat meja tepan yang digunakan untuk memasak aneka daging seperti tepanyaki combination A yang terdiri dari beef sirloin,tepanyaki combination B yang terdiri dari beef tenderloin yang termasuk dalam menu table d’hote. Untuk ala carte ada australia tenderloin,gindara,salmon,yakimeshi yang dapat dimasak secara langsung dari mejanya. Ruangan 3 dan 4 terletak dilantai 2 dimana terdapat ruangan tatami sebanyak 3 meja dan hiasan berupa bambu pada dindingnya,tatami adalah ruang makan yang menggunaka meja yang terbuat dari kayu namun berukuran pendek sehingga tidak dibutuhkan kursi untuk duduk karena terdapat tempat duduk yang terbuat dari rotan dan digunakan sebagai alas duduknya selain itu terdapat pintu geser yang terbuat dari kayu sehingga ruangan tersebut yang bisa digunakan oleh pengunjung yang menginginkan keadaan yang lebih privasi. Ruangan 4 terdiri dari meja dan kursi dari kayu namun dengan gaya yang berbeda dari ruang 1 dan 2, gordennya pun menngunakan penutup yang terbuat dari bambu-bambu kecil dan terdapat gambar khas jepang di dindingnya, serta ornamen-ornamen burung,lampu lampion turut menghiasi langit - langitnya.
Komentar