Jajanan Pasar di Simpang Dago

Bandung, Siapa sih yang tak kenal dengan kota bandung? Merupakan kota yang kaya akan wisata kuliner, dan terkenal dengan berbagai macam aneka makanannya. Seperti misalnya Batagor, Mie kocok, Cilok, Colenak, dan masih banyak lagi. Namun bagaimana dengan Kue Tradisional atau Jajanan Pasar?
Emm………. Tentunya sudah tak asing lagi sepertinya ditelinga kita. Kue tradisional atau lebih akrab disebut jajanan pasar, merupakan ciri khas Jawa Barat atau khas Sunda. Contohnya seperti Kelepon, uler, Anil, Cekak, Putu ayu, Kue Putri, Bubur Pacar, Lupis dan masih banyak lagi.
Nah, bagi anda penggemar Jajanan pasar jangan lupa untuk mampir ke aneka kue tradisional Kang Rana. Di jalan Ir. H. Juanda dekat simpang dago,depan Mc. Donald. Meskipun tergolong jajanan kaki lima, karena letaknya yang berada dipinggiran jalan didepan kios-kios pakaian, tapi anda jangan salah menilainnya. Karena usaha kue tradisional yang didirikan oleh Kang Rana ini sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1980-an, dan usaha ini diberikan secara turun temurun oleh kedua orang tuannya. Jadi jaminan kualitas rasanya tetap masih terjaga dari dulu sampai sekarang.
Disini dalam penjualannya Kang Rana menjual berbagai aneka macam Jajananan Pasar seperti Bubur Pacar, Jojongkong, Putu Ayu, Lupis, Kue Putri atau Nagasari dan kelepon. Bubur Pacar, yaitu bubur yang terbuat dari aneka sekoteng warna-warni, diberi gula dan santan. Jojongkong yaitu makanan dari tepung beras ketan yang dicetak menyerupai uler atau mie, warna yang digunakan biasanya warna merah, hijau, dan coklat kemudian disajikannya dengan taburan kelapa. Putu ayu, nah kalau putu ayu yang biasa kita kenal itu warnanya hijau, lain halnya dengan putu ayu yang dibuat oleh Kang Rana. Putu ayu yang dibuat Kang Rana warnanya Putih,. Kenapa Kang Rana memberi warna putih, “ ingin mencari sensasi yang beda dari putu ayu-putu ayu lainnya, dan karena warna putih tidak menggunakan pewarna” ujar Kang Rana.Selanjutnya Lupis, yaitu kue tradisional yang terbuat dari ketan yang dibentuk menyerupai segitiga, disajkannya tidak dengan taburan kelapa melainkan dengan kinca gula merah. Kalau Kue Putri atau Nagasari yaitu jajanan pasar dari tepung ketan juga, tetapi ditengahnya diberi potongan pisang. Dan biasanya dibentuk bulat serta disajikan dengan parutan kelapa. Nah Kalau Kelepon itu sama terbuat dari tepung ketan juga, dibentuk bulat dan didalamnya diberi kinca gula merah, lalu ditaburi dengan parutan kelapa juga.
Untuk setiap jajanan pasar, Kang Rana hanya mematok harga Rp. 700/ buah-nya kecuali untuk Bubur Pacar yang dijual dengan harga Rp. 2500/ bungkusnya. Kue yang menjadi favorit yang paling disukai pelanggan yaitu kue lupis, jojongkang dan kelepon. Namun di warung Kang Rana ini tidak menyediakan meja dan kursi bagi pelanggan yang ingin makan ditempat itu, karena kebanyakan para pembeli selalu membungkusnya (Take Away). Menurut pengakuan dari Kang Rana, penghasilan dalam seharinya tidak menentu namun setiap harinya selalu melebihi omset yang didapat, apalagi kalau hari-hari tertentu seperti Ramadhan, penghasilan yang didapat lebih besar lagi.
Jika dilihat dari akses jalan yang menuju tempat lokasi keberadaan tempat Kang Rana berjualan sangat strategis, selain dipinggir jalan, juga letaknya diantara para pedagang-pedagang lain yang berjualan. Namun saying, karena hanya pedagang kaki lima, jadi Kang Rana tidak memasang spanduk nama penjualannya. Namun bagi anda yang ingin mencoba makanan Kang Rana dan ingin mencarinya tak perlu khawatir, meskipun tak pasang papan nama bisa diketahui dari nama di gerobaknya yang terdapat tulisan aneka macam jajananan pasar.
Merry Fitriani Rohaena
1005730
Komentar